Laman

Rabu, 10 November 2010

Antara Pendampingan Masyarakat dan Mitra Sejajar Komunitas


"Kelihatannya kita perlu membuat strategi baru untuk pengorganisasian rakyat yang massif dan terorganisir rapi..."  Begitu permulaan diskusi dengan para aktifis lawas NGO Lampung.  Namun lagi-lagi tidak berlanjut topik tersebut karena sudah disodorkan kasus di lapangan yang butuh segera penanganannya.

Agaknya, kita mesti memikirkan kembali strategi pendekatan pendampingan berbasis wilayah atau klaim atas satu wilayah tertentu menjadi berbasis wirausaha produk pertanian atau jasa, misal: jaringan pasar produk pertanian organik, jaringan radio komunitas, jaringan penggiat ekowisata berbasis komunitas dan lain-lain.

Untuk menata ulang ke arah sana, tidak mungkin lagi jika project dikelola oleh LSM karena akan memakan waktu panjang -- tetapi mendorong project untuk dikelola oleh komunitas dan jejaring sosial tadi.  Beban LSM dapat dialihkan menjadi pengelola pengetahuan yang selama ini kurang ditekuninya, misal: menjadi konsultan training, konsultan pemasaran produk, membuat buku atau modul pelatihan dan lain-lain.

Posisi LSM didorong bukan lagi menjadi pendamping komunitas tetapi sebagai  mitra sejajar, untuk memberikan tanggung jawab besar kepada komunitas berbuat untuk perubahan sosial di wilayahnya.  Jika ingin tetap dihargai dalam memberikan ide-ide perubahan sosial di jejaring sosial dan komunitas maka mesti terus berpacu dengan kreatifitas dan inovasi, agar tidak terjadi kebosanan dan ketinggalan zaman. (koer)